Lembaga Desa

Pemerintah Desa Ponggok

Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Perangkat Desa terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa Lainnya. Salah satu perangkat desa adalah Sekretaris Desa, yang diisi dari Pegawai Negri Sipil. Sekretaris Desa diangkat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota. Perangkat Desa lainnya diangkat oleh Kepala Desa dari penduduk desa, yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. Perangkat Desa juga mempunyai tugas untuk mengayomi kepentingan masyarakatnya. Berikut data pemerintah Desa Ponggok tahun 2007-2013 :

Sumber: Pemerintah Desa Ponggok Tahun 2017

Menurut tabel diatas dijabarkan data pemerintahan Desa Ponggok menurut SK sejak tahun 2007 hingga tahun 2013. Dari data pemerintahan Desa Ponggok terdapat 1 Kepala Desa dan 6 Perangkat Desa yang membantu Kepala Desa. Namun untuk jabatan Kadus I dan Kadus II sudah habis masa jabatannya sehingga perangkat desa yang masih aktif yaitu 4 orang Perangkat Desa.
Berikut bagan struktur organisasi pemerintah Desa Ponggok Tahun 2017:

Struktur Pemerintah Desa Ponggok Tahun 2017

Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Berikut daftar nama anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ponggok:

Sumber : Pemerintah Desa Tahun Ponggok 2017

Tabel diatas merupakan data pengurus dan anggota BPD yang merupakan perwakilan dari beberapa dukuh/dusun. Pemilihan pengurus dan anggota BPD ini meruaka hasil dari musyawarah warga dan seluruh masyarakat Desa Ponggok untuk mengawasi kinerja Kepala Desa dan Perangkat Desa Ponggok.

Struktur Kepengurusan BPD Desa Ponggok Tahun 2017

Menurut Keputusan Camat Polanharjo Nomor 144.1/16/2012 tentang Peresmian Calon Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Terpilih Menjadi Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Se-Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten terdapat 3 pengurus dan 4 anggota perwakilan BPD yang ada di Desa Pongok ini. Dari 3 pengurus inti ini ada yang bertugas sebagai ketua, wakil dan sekretaris merangkap bendahara, kemudian 4 anggota yang bertugas membantu kegiatan BPD.

Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD

Berikut bagan struktur organisasi LKMD Ponggok:

Struktur Kepengurusan LKMD Ponggok

Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) mempunyai tugas menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong-royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan. LKMD di Desa Ponggok sekarang ini sudah tidak ada pengurus intinya hanya saja masih terdapat penanggung jawab dan ketua sebagai pelaksana tugas. Ketua LKMD ini pertanggung jawabannya kepada Kepala Desa atau Lurah, kemudian tugas dari ketua ini menyalurkan dan mengawasi setiap kegiatan pembangunan yang ada disetiap RW. Dari setiap RW ini bertugas mengelola uang yang disalurkan pemerintah desa untuk bidang pembangunan RWnya.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

BUMDes Ponggok ini resmi didirikan pada tanggal 15 Desember 2009, bernama Badan Usaha Milik Desa disingkat (BUMDes) Tirta Mandiri. BUMDes ini berbentuk badan usaha yang merupakan milik dari Pemerintahan Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. BUMDes ini bersifat mengelola potensi dan aset desa dan mengembangkan perekonomian desa yang menguntungkan. Sebagai usaha desa, pembentukan BUMDes bertujuan untuk:

  • Mendorong berkembangnya kegiatan perekonomian masyarakar desa.
  • Meningkatkan kreativitas dan peluang usaha ekonomi produktif (berwirausaha) anggota masyarakat desa yang berpenghasilan rendah.
  • Mendorong berkembangnya usaha kecil untuk penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat di desa yang terbebas dari pengaruh–pengaruh renternir.
Struktur Organisasi BUMDes, Sumber: AD/ART BUMDes Tirta Mandiri
Struktur Kepengurusan BUMDes Ponggok Tahun 2017

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)

PPK memiliki program pemberdayaan masyarakat yang berbasis UKM yang diberi nama “UKM Nila Murni” dimana UKM ini mempekerjakan ibu-ibu di Desa Ponggok untuk memproduksi olahan ikan nila. Pada awalnya ukm nila telah 2 tahun keliling ke setiap RT untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya UKM setelah berhasil ikan nila bisa diolah setiap RT, lalu sampai saat ini berjalan disetiap RW. Masing-masing produk ikan nila dari setiap RW memiliki label Nila Murni 1, Nila Murni 2, Nila Murni 3, Nila Murni 4. Sampai saat ini produk ikan nila mulai masuk ijin halal dan BPOM untuk bisa dipasarkan lebih luas.

Struktur Kepengurusan Lembaga PKK 2017

Tim Pelaksana Kegiatan (TPK)

Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) merupakan badan yang dibentuk pada tahun 2015 fungsi dari TPK sendiri adalah sebagai sebuah badan khusus yang mengawasi turunnya dana Desa agar dana tersebut bkisa berjalan sesuai dengan tujuan pembangunan. TPK sendiri memiliki SK Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten No. 4 tahun 2017. TPK sendiri masih masuk kedalam organisasi lembaga desa dimana para pelakunya adalah dari perangkat Desa dan masyarakat setempat. Jumlah TPK yang diatur dalam Sk sendiri ada 11 orang dimana 11 orang tersebut terbagi dalam beberapa bidang yaitu Tim Pelaksana Kegiatan, Tim Pengadaan Barang dan Jasa, dan Tim Penerima Hasil Kegiatan.

Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM)

Desa Ponggok memiliki LKM yang diberi nama Tirta Mandiri, sama seperti nama badan usaha yang dimiliki oleh desa. Pemilihan anggota BKM/LKM di Desa Ponggok pada dasarnya adalah dipilih dari warga setempat oleh warga setempat. Mewakili sifat-sifat baik manusia (dapat dipercaya, jujur, adil, rendah hati, dsb), artinya tidak ada perwakilan golongan, wilayah atau
kepentingan-kepentingan. Sifat-sifat baik manusia dapat dilihat dari perbuatan nyata sehari-hari (rekam jejak), sehingga tidak mungkin dilakukan melalui pencalonan dan kampanye. Jumlah anggota BKM sekurang-kurangnya 9 orang dan sebanyak-banyaknya 13 orang dengan ketentuan harus ganjil. Jumlah anggota harus ganjil agar mempermudah proses pengambilan keputusan melalui pemungutan suara apabila musyawarah tidak tercapai. Jumlah anggota BKM ditetapkan sendiri oleh warga masyarakat. Masa pengabdian sekitar 2 tahun (2007), 3 tahun (2009). Setiap tahun dievaluasi berdasarkan indikator perbuatan baik serta kualitas sifat-sifat kemanusiaan. Bulan ke 23/35, masyarakat melakukan proses pemilihan ulang.

Visi LKM adalah Menciptakan organisasi masyarakat warga Desa Ponggok yang memiliki kemampuan strategis untuk mengatasi persoalan kemiskinan dalan bidang lingkungan, sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan secara mandiri, efektif dan berkelanjutan sampai 2014. Sedangkan Misi dari LKM Desa Ponggok sendiri adalah :

  1. Meningkatkan pendapatan warga miskin
  2. Meningkatkan Kualitas Infrastuktur Pemukiman
  3. Meningkatkan kualitas pendidikan warga miskin
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga miskin
  5. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia
  6. Meningkatkan kelestarian Lingkungan di masyarakat
  7. Meningkatkan modal usaha bagi masyarakat
  8. Menciptakan Lapangan Pekerjaan baru bagi masyarakat
  9. Menciptakan kerjasama dengan berbagai pihak yang didukung kuat oleh masyarakat sebagai pelaku pembangunan dan mewujudkan pemerataan pembangunan

Anggota LKM adalah relawan – relawan sejati yang akan tetap memperjuangkan nilai – nilai luhur yang diyakini dan diterapkannya dalam hidup sehari – hari. Relawan adalah manifestasi dari nilai ikhlas/ tanpa pamrih. Merdeka: tidak terikat kepada orang lain (karena memang tidak ada orang yang membayar). Secara sadar memberikan waktunya untuk orang lain. Disinsentif bagi orang – orang yang bermaksud kurang baik.

Anggota BKM dipilih bukan ditunjuk. Penunjukkan hanya menghasilkan orang – orang yang dipercaya oleh orang – orang yang menunjuk (sebagian kecil masyarakat). Siapapun yang terpilih adalah orang – orang yang dapat dipercaya oleh warga masyarakat banyak bukan segolongan elit saja, artinya pemilihan perlu melibatkan sebagian besar warga. Jumlah warga yang berpartisipasi dalam pemilihan calon anggota BKM atau utusan warga tingkat RT/ basis terkecil adalah sekurangnya 30% dari jumlah penduduk kelurahan/desa.

Dalam organisasi BKM tidak ada hirarki, tiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Tidak diperkenankan adanya hak untuk diistimewakan (previllage). Pengambilan keputusan/kebijakan diputuskan secara kolektif melalui rapat anggota BKM. Untuk memudahkan koordinasi, dipilih satu orang sebagai coordinator. Koordinator hanya mengkoordinir kegiatan, tidak mengambil keputusan.

Organisasi Masyarakat

Organisasi Kemasyarakatan atau disingkat Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

  1. Penyalur kegiatan sesuai dengan kepentingan anggota dan/atau tujuan organisasi;
  2. Pembinaan dan pengembangan anggota untuk mewujudkan tujuan organisasi;
  3. Penyalur aspirasi masyarakat;
  4. Pemberdayaan masyarakat;
  5. Pemenuhan pelayanan sosial;
  6. Partisipasi masyarakat untuk memelihara, menjaga, dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa; dan/atau
  7. Pemelihara dan pelestari norma, nilai, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Berikut Organisasi Masyarakat yang ada di Desa Ponggok

Karang Taruna

Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa/Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan generasi muda dalam upaya mengembangkan kegiatan Pelayanan Kesejahteraan Sosial dan usaha ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada.
Kooordinator terdiri dari 4 orang yaitu Ketua, Wakil ketua, Sekretaris dan Bendahara. Dan 150 orang anggota karang taruna rata-rata pengurusnya adalah anak SMP dan SMA. Setiap dukuh memiliki koordinatornya masing-masing.

  • Dukuh Umbulsari : Arnold
  • Dukuh Ponggok : Fajar
  • Dukuh Kiringan : Topik
  • Dukuh Jeblogan : Maman

Kegiatan yang dilakukan karang taruna salah satunya adalah mengelola properti wisata Umbul Ponggok, bantu – bantu acara nikah, mengelola properti di Umbul Ponggok dan souvenir.

LasiZawa (Lembaga Penyalur Amal, Shodaqoh, Infaq, Zakat, Wakaf, dan Hibah)

Lasizawa merupakan lembaga untuk membantu masyarakat yang beragama Islam dalam menunaikan kewajiban berZakat dan menyalurkan keinginan Infaq, Shodaqoh, Wakaf, dan Hibah. Perlu adanya lembaga untuk menampung, mengelola dan menyalurkan Zakat, Infaq, Shodaqoh, Wakaf, dan Hibah kepada yang berhak menerima (Mustahik). Menurut Peraturan Desa Lembaga ini didirikan pada hari Selasa, 08 Maret 2016, kemudian dibentuk disahkan dengan PerDes Kepala Desa Ponggok Nomor 15 Tahun 2016. Dengan latar belakang itulah, didirikan Lembaga Penyalur Shodaqoh, Infaq, Zakat, Wakaf, dan Hibah guna meningkatkan kualitas umat
Islam dengan amanah dan profesional.